Seluruh Keluarga Besar Pola Prima Center dan Tim Redaksi Buletin Pola Prima Mengucapkan

Seluruh Keluarga Besar Pola Prima Center dan Tim Redaksi Buletin Pola Prima Mengucapkan

Advertisements

PERAN BUDAYA KERJA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SDM, PRODUKTIVITAS SERTA KINERJA BANK BTN MENUJU WORLD CLASS COMPANY

oleh Taufik Kurohman

KCS Yogyakarta

Pola Prima… .Yes

Selamat Pagi …. Semangat Pagi

Apa Kabar BTN….. Hebat Luar Biasa

BTN…. Terdepan

“Teriakan” yel-yel yang lantang itulah selalu dikumandangkan pada setiap pagi dipenghujung tahun 2008, yang bertepatan dengan tahap “awareness” budaya kerja Bank BTN. Kelak pada tahun itu pula lah awal sebuah kebangkitkan dan transformasi budaya kerja di Bank yang kita cintai. Pengulangan kata-kata positif diatas yang menjadikan doa serta harapan oleh seluruh insan Bank BTN dapat dijadikan sebagai “ritual” pada pagi hari di setiap divisi dan kantor cabang, mulai dari Sabang sampai Merauke. Seandainya yel-yel tadi dijadikan satu kesatuan, bukan hal yang mustahil Bank BTN bisa menjadi Bank terdepan. Bukankah kemerdekaan Indonesia yang diraih dari tangan penjajah berkat adanya kesamaan doa serta harapan seluruh bangsa untuk menuju Indonesia Merdeka. Tahap internalisasi budaya kerja dilakukan tahun 2009 serempak seluruh Indonensia, dimana setiap insan Bank BTN wajib untuk hafal akan POLA PRIMA dan 6 (enam) nilai dasar dan 12 (dua belas) prilaku utama. Dengan menjungjung tinggi nilai akan sebuah layanana prima, penuh dengan inovasi, menjadi teladan dalam bekerja, dilandasi jiwa profesionalisme, memegang teguh integritas dan saling kerjasama. Alangkah indahnya kalau nilai-nilai tersebut bisa berdampak pada prilaku kerja sehari-hari, dengan demikian kita bisa menjadi role model bagi pribadi masing-masing. Begitu semaraknya suasana seluruh divisi dan kantor cabang setiap paginya, diawali dengan semangat yel-yel, kesamaan doa serta harapan dan ikrar Pola Prima menjadi rutinitas untuk memperbaharui semangat dalam bekerja yang sejatinya adalah ibadah “workship”. Hal tersebut mengingatkan kita akan dulu waktu sekolah dasar, dimana semua siswa harus mengikrarkan pancasila secara bersama sebelum memulai aktivitas belajar, sehingga aktivitas tersebut masih terekam sampai dengan saat ini.

Pada tahun 2010 lalu, internalisasi tahap I POLA PRIMA dimulai. Seluruh kantor cabang mulai mengaitkan 6 (enam) nilai dasar dan 12 (dua belas) prilaku utama dalam aktivitas bekerja. Sungguh suasana yang sangat menyenangkan ketika membahas topik ini,  setiap individu mencoba menuangkan ide kreatifnya dalam kertas kerja, walaupun dalam penyusunanya tidaklah mudah, bahkan sering pula muncul pertanyaan – pertanyaan mengenai format, teknis menjalankan serta bagaimana cara penerapan yang sederhana namun efektif. Munculah slogan-slogan baru yang terasa asing dan terdengar lucu ditelinga tentang program kerja,  namun tetap menawarkan sisi edukasi  yang menghibur bagi karyawan karena dikemas dengan gaya yang menarik dan khas sesuai karakter masing-masing kantor cabang. Sehingga media ini dapat digunakan untuk peningkatkan kinerja individu, unit dan cabang. Bersamaan dengan internalisasi tahap II tahun 2011, terpilihlan para change agent yang akan bertugas sebagai motor penggerak pelaksanaa POLA PRIMA dan 6 (enam) nilai dasar dan 12 (dua belas) prilaku utama di setiap kantor cabang. Memastikan pelaksanaan budaya kerja, program kerja cabang, kendala-kendala yang dihadapi pada setiap program. Forum diskusi para change agent menjadi event yang dirindukan, dimana media saling sharing ide kreatif, program kerja dengan divisi dan cabang lain. Change agent yang militan, terlatih, pantang menyerah dan mempunyai daya pengaruh dalam pelaksanaa Pola Prima, diharapkan bisa menjalankan tugasnya sebagai motor penggerak, menjadikan institusi ini sebagai  tempat berjuang “warfare” untuk seluruh insan Bank BTN, tanpa kecuali. Bagi yang mau ikut kapal POLA PRIMA mari kita sama-sama mendayung, bagi yang tidak mau ikut, diucapkan “mohon maaf” kapal harus tetap berlayar, perjalanan masih cukup jauh dan berat menuju “World Class Company”. Bersama mari kita jaga keamanan dan kenyamanan kapal ini, bukan mencari aman dalam kapal. Bagaimana caranya, mari kita laksanakan petunjuk dan arahan dari nahkoda.

Pola prima adalah pondasi untuk membentuk kesamaan komitmen, berfikir dan bertindak menjalankan misi dan mencapai visi bank BTN. Ada yang mengatakan Pola Prima adalah pegangan hidup dalam bekerja di Bank BTN, tidaklah berlebihan kalau berpendapat seperti itu, karena pada Pola Prima secara eksplisit sudah terangkum nilai-nilai dasar dan prilaku dalam berkerja. Tahun 2012 yang lalu diberi tema sebagai peningkatan “awareness” dan internalisasi tahap III, seluruh insan Bank BTN harus sudah memahami POLA PRIMA. Kita bisa lihat bagaimana saudara kita Bank Mandiri dan Bank BRI telah berhasil lebih dulu membangun sebuah budaya kerja yang sudah menjadi elemen integral dari perusahaannya.

Pola prima award sepertinya bakal menyenangkan, dimana aktivitas dan program kerja seluruh insan Bank BTN mengenai Pola Prima akan di nilai, mulai  dari pelaksanaan dan tingkat konsistensinya atas program wajib generik seperti menghafal Pola Prima, prilaku start, stop dan continue, program wajib pelayanan prima, program wajib inovasi dan program kreatif budaya kerja. Tidak ketinggalan performance cabang selama 1 (satu) tahun masuk dalam penilaian,  sejauh mana pengaruh budaya kerja terhadap prilaku kerja individu karyawan, unit dan cabang. Tentunya setiap divisi dan cabang akan berlomba-lomba memepersembahkan hasil karya yang terbaik.

Prestasi dan penghargaan mulai berdatangan seiring dengan pelaksanaan Pola Prima sejak tahun 2008 sampai dengan saat ini, tingkat konsistensi seluruh insan Bank BTN mulai menuai hasil. Penghargaan yang diterima seperti : Bank BTN Best IPO Indonesia 2009, sebelumnya Bank BTN telah menerima penghargaan The Best Performance IPO 2010 dari majalah Globe, majalah tersebut konon dibaca lebih dari 40 ribu orang di 120 negara di penjuru dunia, modal awal yang sangat baik untuk menuju “World Class Company”. Masih di tahun 2010 juara umum dalam penyelenggaraan Annual Report Award (ARA) yang diselenggarakan oleh Kementrian BUMN, penghargaan internasional dari majalah Global Banking and Finance Review untuk kategori Best Investor Service in Indonesia 2011
Meraih penghargaan CEO Terbaik 2011 Majalah Swa dan masuk layanan terbaik 10 besar perbankan pada survei MRI masih di tahun 2011.

Perbaikan di bidang operasional pun ditingkatakan, ISO 9001:2008  Pelayanan Audit Internal (Umum, Syariah dan TI) kemudian diikuti Proses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Selain itu penghargaan dari Karim Business Consulting Peringkat Pertama dalam The Best Sharia Unit, peringkat pertama dalam The Most Expansive Third Party Fund Sharia Unit.

Tembus angka psikologis laba 1 triliyun pada tahun 2011, kemudian asset 100 triliyun di tahun 2012. Kondisi tersebut membuat Bank BTN semakin pede bisa menjadi yang “Terdepan”. Dengan meningkatnya kinerja perusahaan diharapkan berbanding dengan kinerja masing-masing individu, sehingga semua akan berdampak pada kesejahteraan wealth pegawai. Sungguh perjuangan yang tidak mudah untuk meraih prestasi-prestasi tersebut. Budaya kerja  mendorong seluruh insan Bank BTN untuk mempunyai mimpi menggapai berbagai penghargaan dan prestasi. Dalam sebuah kesuksesan tentunya terdapat pimpinan yang handal mampu menjadi role model, beserta orang-orang yang luar biasa dan loyal yang senantiasa berada di sampingnya.

Sir Edmund Hillary orang pertama yang menaklukan gunung Everest (gunung tertinggi di dunia) 29.028 kaki diatas laut pada tahun 1953, sebuah prestasi luar biasa pada waktu itu. Dimana gunung tersebut sudah banyak menelan korban jiwa atas upaya pendakian yang dilakukan dan selalu berakhir dengan kegagalan. Disini kita lihat bahwa seorang leader yang di support oleh para pembantunya “sherpa” yang selalu senantiasa bekerjasama bahu membahu untuk mencapai puncak gunung dengan membantu distribusi logistik, memasang tali pengaman dan membuka jalur pendakian.  Tentunya apa yang baru di capai Bank BTN saat ini adalah tongkat estafet dari pendahulu, sehingga siapapun bisa merasakan kebanggaan atas prestasi yang dicapai. Sudah tidak diragukan lagi, orang-orang yang berada di balik kesuksesan tersebut adalah orang yang mempunyai daya juang adversity yang tangguh

What’s next di tahun 2013, target excellent inilah saatnya yang dinantikan yaitu melanjutkan program internalisasi budaya sambil melakukan perbaikan continue improvement dan memulai program eksternalisasi pada nasabah dan masyarakat. Cepe, kalau uang sih kecil, tapi kalau yang terkumpul uang koin seberat 2,5 ton dengan jumlah nominal + 204 jutaan, seperti koin solidariats Prita. Sudah pasti koin yang awalnya bukan apa-apa menjadi suatu yang bernilai dan berbobot. The greats teamwork, sangatlah tepat ditanamkan pada setiap individu insan Bank BTN, dengan kumpul bersama setiap pagi, membangun komitmen dalam rangka mencapai target excellent. Komitment bersama yang di bangun antar unit di setiap pagi akan menghantarkan Bank BTN menuju layanan yang prima, kepercayaan nasabah meningkat, kinerja membaik dan berdampak pada reward yang akan diterima.

7.30 sudah ketinggalan, sekarang sudah 7.00, diawali dengan morning sharing, diskusi atau bercerita tentang prilaku Pola Prima dalam + 3 menit, dimana setiap akhir bulan dilakukan pemilihan standup Pola Prima terbaik. Morning briefing, pengarahan Branch Manager tentang kinerja cabang, tidak lebih dari 5 menit. Ikrar Pola Prima dan yel-yel, agenda rutin untuk menambah semangat. Bagi yang terlambat sory to say kamu dapat pin (punishment) dari ketua atau sekretaris KBK yang bertuliskan “Sorry I’m Late and I Hate Slow” dengan gambar kura-kura. Di pagi hari membangun jiwa disiplin dan komitmen bersama, meluruskan niat dalam bekerja, diawali dengan do’a bersama dan diiringi dengan keceriaan ‘morning chibby”, yaitu melakukan kegembiran, keceriaan  seperti anak-anak dalam + 1 menit dengan  melepaskan segala beban pikiran yang akan mempengaruhi kinerja. Biasanya kegiatan tersebut dilakukan di lobby  ataupun di halaman kantor untuk mendapatakan suasana dan kreatifitas baru. Start, Stop and Continue menjadi program wajib generik Pola Prima, untuk seluruh pelaku budaya terhadap prilaku dalam bekerja.

Role play  menjadi agenda rutin setiap pagi oleh petugas front liner, monitoring langsung dari atasan, tema role play yang sudah disusun dan dokumentasi yang rapih. Kritik dan saran yang membangun menjadikan petugas front liner merasa lebih percaya diri untuk memberikan pelayanan yang melebihi harapan nasabah (internal dan eksternal). Kartu saran menjadi alat monitoring aspek layanan (bangking hall, atm, satpam, customer service dan teller), yang senantiasa akan dinilai langsung oleh nasabah. Kartu referensi, adalah  media petugas customer service untuk meminta referensi pada nasabah eksisting, dengan dicatat pada kartu tersebut, kemudian dilanjutkan dengan telemarketing. Tentunya kegiatan tersebut  dibutuhkan konsistensi, kesungguhan dan monitoring dari seluruh pegawai.

Service Level Agreement (SLA) senantiasa terus dibangun oleh masing-masing unit, budaya saling mengingatkan akan membuat setiap unit komitment terhadap targetnya. Ketika semua sudah menjadi komitmen bersama, saatnya show time program tersebut kesemua nasabah dan masyarakat. Seperti halnya program “Talangan Haji Serba 2 (dua)”, cukup dengan 2 juta dan tidak kurang dari 2 jam nasabah sudah bisa mendapat nomor porsi keberangkatan ibadah haji. Program tersebut disambut hangat oleh masyarakat (karena lebih murah dan cepat prosesnya dari Bank Syariah lain), terutama dari kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH), terbukti pada tahun 2012 lalu KC Syariah Yogyakarta sudah mendaftarkan nasabahnya sebanyak 1.034 orang untuk keberangkatan haji periode 2013 – 2015 di wilayah Yogyakarta.

Integritas adalah harga mati, tidak bisa tawar-menawar. Teringat ketika awal tahun 2005 di suatu divisi, terdapat sebuah tulisan yang berbunyi ”Karyawan Bank BTN Tidak Boleh Menerima Pemberian Apapun Bentuknya Dari Nasabah”. Bagi yang “nyeleneh” punishment siap dilaksanakan. Karena hal seperti inilah yang akan menghambat laju kapal POLA PRIMA, palu GCG (good corporate governace) sudah diketuk dan menjadi komitment manajemen dan seluruh pegawai. Sangat baik menjadi pegawai Bank BTN yang penting, tapi jauh lebih penting menjadi pegawai Bank BTN yang baik dan benar.

Sugestensi, maksudnya sugesti dan kompetensi bagaimana seorang pegawai mampu memotivasi diri sendiri “self motivating” untuk terus berkarya, mempengaruhi dan memberi contoh keteladanan “role model” buat diri sendiri juga orang lain. Kontemplasi bulanan, menjadi media bagi seluruh pegawai untuk terus termotivasi berkinerja lebih baik. Guru dan pahlawan bangsa Ki Hadjar  Dewantoro mengajarkan  semangat Ing ngarso sung tulodho,Ing madyo mangun karso Tut wuri handayani yang dimaknai sebagai suatu semangat dalam memimpin karena pemimpin adalah orang yang pertama mampu menjadi panutan dalam memberikan teladan kebaikan, saat bekerja mampu  membangun semangat, loyalitas memberikan motivasi dan mampu mengarahkan, memantau, mengawasi serta mengevalusi secara proporsional, bagian yang dipimpinnya agar berpijak pada kaidah yang benar untuk  meraih ‘sukses bersama’ bukan segelintir orang.

Kisah seorang penebang kayu dan sebilah kampaknya yang lupa untuk terus diasah, padahal kampak tersebut selalu digunakan setiap hari untuk menebang pohon. Memberi pelajaran tentang kerja keras dan juga cerdas, semangat kerja tinggi harus diikuti dengan peningkatkan dan pengasahan kompetensi. Setiap jum’at sore pukul 17.00 s/d 18.00 wib adalah forum diskusi untuk membahas produk knowledge dan SOP, kemudian setiap awal bulan dilakukan tes, dan terpililah pegawai dengan nilai tertinggi dan terendah. English day setiap hari jum’at dalam rangka persiapan menuju  “World Class Company”.

Direct selling  bisa menjadi agenda rutin kantor cabang setiap minggu atau bulanan. Program loyal community pada perumahan-perumahan yang dibiayai olen Bank BTN, open table  di pusat keramaian olahraga atau pameran dan mengandeng instansi pendidikan Goes to School atau Goes to Campus, dan Goes to Market. Semua program tersebut bisa berhasil apabila dijalani dengan kosisten.

Jiwa sincerity harus terus dibangun, kita belajar bagaimana Sri Sultan Hamengkubuwono IX dengan lapang dada menerima kepindahan ibukota dari Jakarta ke Yogyakarta, sikap heroiknya dengan tulus,  terbuka dan ikhlas  untuk membiayai gaji para menteri saat dalam pengungsian di Yogyakarta.  Silaturahim atau pengajian bulanan ke rumah pegawai House to House, mengadakan customer gathering dengan para nasabah, cukup ampuh untuk menjadikan semuanya terikat dalam ikatan emotional satu dengan lainnya.

Kegiatan spiritual rutin untuk seluruh pegawai dan outsourching per hari (sholat berjamaah), pekan atau bulanan, diharapkan  mampu mengatasi  moral hazard, yang bisa berdampak pada kerugian finansial dan reputasi perusahaan. Siapa pun dan kapan pun nanti yang memimpin Bank BTN menjadi terdepan dan “world class company” pasti beliau adalah sebaik-baik pemimpin dan pegawainya adalah sebaik-baiknya karyawan yang ada di Bank BTN.   Selamat datang  “…BANK BTN  WORLD CLASS COMPANY….”.

Palwoto dan Pola Prima

Memperhatikan perjalanan proses internalisasi Budaya Kerja Pola Prima sebagai nilai-nilai dasar luhur yang telah dimiliki, digali dan dituangkan dalam 6  Nilai Dasar dan 12 Perilaku Utama sampai tahun 2013 ini, saya melihat masih terdapat sikap-sikap yang beragam dari seluruh insan Bank BTN di berbagai unit kerja. Masih terdapat sikap dan lontaran  kalimat atau ungkapan kontra, pro, harapan, apatis, tidak peduli atau netral terhadap proses internalisasi Budaya Kerja yang sedang di implementasikan di Bank BTN ini seperti.. “Apa gunanya hapal pola prima… hanya di mulut saja… bla.. bla..?” atau yang positif.. “Benar juga ya.. setelah ada budaya kerja pola prima ini terasa ya aura dan suasana kerja yang lebih menyenangkan dan memberikan semangat, ..bla..bla..?” dst..dst. Namun keberagaman sikap positif dan negatif tersebut saya lihat mengarah kepada semakin banyaknya insan-insan Bank BTN yang berubah menjadi percaya dan memiliki harapan baik terhadap kebutuhan akan budaya kerja Pola Prima ini.

Beruntung bagi saya yang kebetulan berada di unit kerja Internal Audit Division (IAD). Saya dapat memiliki sudut pandang pengamatan yang relatif lebih luas terhadap proses dan pengaruh implementasi Budaya kerja Pola Prima di Bank BTN, karena karakter dan kewenangan kerja yang memang mengharuskan saya untuk mengamati, mengobservasi dan mengevaluasi kegiatan operasional dari seluruh insan Bank BTN dari Banda Aceh sampai Jayapura. Hal ini memberikan peluang yang lebih baik bagi untuk mempelajari pengalaman-pengalaman budaya kerja yang lebih baik di seluruh unit kegiatan BTN untuk dapat diimplementasikan dalam proses penyempurnaan di unit kerja IAD. Hal ini yang menumbuhkan ide dalam diri untuk menjadikan IAD sebagai bagian dari keteladanan bagi seluruh Bank BTN dalam mengimplementasikan dan mewujudkan nilai-nilai Pola Prima.

Pengalaman tentang implemantasi budaya kerja pola prima yang sangat menarik lebih khusus juga saya alami di unit kerja saya di Internal Audit  Division yang juga mengalami pasang surut sejak tahun 2008 sampai dengan tahun 2013 ini. Dua tahun terahir ini Internal Audit Division bagi saya telah memberikan banyak kemajuan dalam warna, nuansa dan aura positif yang dirasakan personil organisasi untuk dapat saling memberikan teladan, saling menghargai dan bekerja sama secara profesional, nothing to lose dan beretika. Kondisi ini sangat terasa memberikan semangat dan motivasi bagi seluruh personil untuk menggapai harapan baru bagi terwujudnya kinerja yang lebih baik.

Acara budaya kerja pagi hari yang biasa disebut secara spontan dengan “ayo KBK” di IAD dilaksanakan setiap pagi sekaligus sebagai ajang silaturahmi memupuk kebersamaan, amar ma’ruf nahi mungkar (saling mengingatkan untuk saling berbuat baik) sekaligus rapat singkat saling sharing informasi, wawasan, solusi dan tidak pernah terlewat berdoa. Bukan masalah dilakukan setiap paginya yang membuat itu terasa istimewa, tapi proses perjalanan panjang yang akhirnya membentuk kondisi yang pada awal-awalnya banyak personil yang hadir dengan asal-asalan atau keengganan atau bahkan absen karena tidak peduli. Hingga saat ini, hampir seluruh personil IAD yang datang ke kantor merasa tidak mau ketinggalan acara “ayo KBK” ini, baik itu dihadiri oleh pimpinan atau tidak, hanya dikarenakan empat kata, “aku butuh KBK ini”. Irama musik absen pagi hari secara reflek dan spontan selalu diikuti tepuk tangan dari siapa saja sebagai pangilan berkumpul “ayo KBK” dan ikut ambil bagian secara bebas bergantian sebagai MC atau menyampaikan atau menyimak sharing, dialog, games atau bahkan pemutaran film-film singkat yang bermuatan budaya kerja. Komunikasi intens dalam KBK ternyata memupuk rasa saling memiliki dan rasa dapat saling diandalkan dalam bekerja sama secara jujur dan profesional.

Bagaimana mungkin dalam waktu relatif singkat, dapat timbul rasa membutuhkan terhadap acara KBK pola prima setiap pagi pada diri seluruh insan IAD ini adalah cerita panjang yang tidak akan pernah habis, karena acara ayo KBK di IAD ini ternyata pada akhirnya bukan hanya menjadi acara ceremonial pagi hari, tetapi telah menjadi bagian dari jiwa dan perilaku hampir seluruh personil IAD. Seluruh acara sharing ide dalam ayo KBK bukan hanya menjadi omong kosong belaka, akan tetapi selalu diwujudkan komunikasi, tindakan bahkan diwujudkan dalam  mekanisme kerja yang nyata dan dirasakan manfaatnya bersama. Tidak ada personal yang menonjol atau berusaha menonjolkan diri, semua merasa sama, semua merasa pernah di depan, semua merasa pernah di tengah, semua merasa pernah di belakang, semua merasa mendapatkan kesempatan yang sama.

Dan terakhir sebagai sumbangan sharing yang di titipkan oleh seluruh teman-teman di IAD adalah kata-kata mutiara yel-yel yang setiap pagi kami teriakkan bersama, kami tidak pernah merasa sendirian.

Kami.. Kita Semua….

IAD  UNTUK   S E M U A…..

Palwoto

Auditor Superintendent,
Internal Audit Division (IAD) Bank BTN

Budi Suyono dan Pola Prima

Dalam satu kesempatan tarawih bersama perbankan yang dibawahi BMPD sekitar tahun 2007 bertempat di Kantor Bank Indonesia Yogyakarta terlihat suatu keadaan yang lazim terjadi. Karena yang mengadakan Bank Indonesia, maka dapat dipastikan undangan yang hadir membludak dari segala lapisan masyarakat dan status sosial yang berbeda-beda, baik dari kalangan perbankan sendiri, akademisi, pesantren, instansi-instansi pemerintah dan masyarakat sekitar, mulai dari profesor, guru, dosen, tukang becak, taxi, para pegawai dan lain-lain. Dari sisi usia juga beragam mulai anak-anak, nenek-nenek maupun muda dan mudi. Meskipun latar belakang para undangan berbeda-beda, mereka memiliki satu persamaan, yakni sama-sama tidak bisa menata sandal atau sepatu dengan rapi. Kondisinya seperti “kapal pecah”, berantakan, semrawut dan tidak sedap dipandang mata. Kadang sandal yang kiri di sebelah utara, yang kanan disebelah selatan. Kadang sandal yang kiri dibuka, sedangkan yang kanan sengaja dibalik agar tidak dicuri. Ada yang dibungkus rapat dengan plastik, ada yang ditaruh dibawah pohon kecil atau semak-semak dan sebagainya. Intinya mereka tidak memiliki kesamaan komitmen, pikiran dan tindakan.

Situasi dan suasana tiba-tiba berubah menyenangkan, ketika datang sekelompok orang sekitar 10 pemuda yang ganteng-ganteng, potongan rambutnya rapi, bajunya seragam dan bahasa tubuhnya yang antusias. Rupanya mereka siswa Taruna Nusantara yang kebetulan lewat dan ikut mampir sholat isya dan tarawih di KBI Yogyakarta. Sekilas tidak ada yang istimewa. Tetapi apabila diamati ada hal yang berbeda. Apa yang membedakan? Ketika mereka mulai membuka sepatu untuk berwudhu, satu persatu mereka menata sepatu dengan lurus, rapi, letaknya sama, ujung sepatu depan dan ujung sepatu belakang sama dan mengkilatnya sama. Intinya mereka memiliki kesamaan nilai-nilai yang diyakini, doktrin yang kuat sehingga menghasilkan output yang sama. Mereka memiliki kesamaan komitmen, berfikir dan bertindak.

Kisah tersebut adalah contoh konkrit atau aktivitas yang mewakili gambaran definisi dari Pola Prima yang merupakan pedoman para insan Bank BTN, dimana Pola Prima adalah pondasi untuk membentuk kesamaan komitmen, berfikir dan bertindak menjalankan Misi dan mencapai Visi Bank BTN. Selanjutnya bagaimana perjalanan budaya kerja Bank BTN yang berisi 6 Nilai Dasar dan 12 Perilaku Utama.

Sedikit kita mengingat kembali bahwa dasar hukum pelaksanaan nilai-nilai budaya di Bank BTN adalah didasarkan pada Rencana Jangka Panjang Bank BTN Tahun 2008-2012 sebagaimana telah disosialisasikan ke Kementrian BUMN, Komisaris, Direksi, Divisi dan seluruh Kantor Cabang Bank BTN termasuk Kantor Cabang Syariah. Perjalanan sebelumnya diawali dari tahap pengumpulan nilai-nilai harapan dari seluruh responden yang berjumlah 645 orang yang tersebar di 28 lokasi pada tanggal 3 Oktober 2005 sampai 22 Oktober 2005. Kemudian dilanjutkan dengan tahap penjaringan sampai dengan tahap kedua yaitu kristalisasi yang dilaksanakan pada tanggal 2 Desember 2005 (Tim Change Management Office BTN, 2008).

Saat ini perjalanan budaya kerja di BTN memasuki episode internalisasi tahap III. Internalisasi merupakan tahapan kegiatan untuk menanamkan nilai-nilai dasar budaya kerja ke dalam jiwa setiap individu pegawai, sehingga dapat merasuk dan menjiwai nilai-nilai tersebut yang tercermin dari sikap dan perilaku.

Dalam karya tulis ini kami menyajikan dalam batasan apa yang pernah kami lakukan dan alami khususnya di KCS Yogyakarta  mulai kurun waktu sejak berdirinya tanggal 4 April 2005 sampai sekarang. Perjalanan suka dan duka, trial and error, mana yang bisa dipraktekkan dan mana yang tidak dapat dipraktekkan, kelebihan dan kekurangan membentuk suatu budaya kerja dapat sedikit kami paparkan. Hal yang tidak kalah penting sepertinya dirasakan perlu adanya evaluasi atau semacam audit budaya organisasi untuk mengukur dan memastikan apakah budaya kerja sudah berjalan sesuai yang diharapkan.

Beberapa pokok pemikiran yang kami susun dan kami jalankan sempat kami tuangkan dalam fase awal di buletin  internal di KCS Yogyakarta yaitu buletin “Embun” (walaupun setetes, tapi menyejukkan) dalam kolom bertajuk Budaya Kerja,  berisi tahapan-tahapan dan langkah-langkah menapaki dalam mewujudkan budaya kerja, berturut-turut memaparan tentang keyakinan, optimisme, spiritualitas, dan percaya kepada kemampuan diri sendiri.

Pemaparan tahapan-tahapan tersebut secara garis besar sebagai berikut :

1.  Keyakinan yang kuat dan benar

Berbicara keyakinan berawal dari personil karyawan KCS Yogyakarta waktu itu berjumlah 11 orang, maka penulis membuat tulisan pada edisi perdana bulan April 2007 dengan judul Kesebelasan Tujuh Nol Empat (Ke-11-an 704). Angka sebelas menunjukkan jumlah personil dan 704 adalah kode cabang BTN Syariah Yogyakarta. Disetiap pertemuan pengajian rutin bulanan kami selalu merasa minder dan kecil ketika terjadi dialog dengan para pembicara karena jumlah kami yang sedikit. Baik pada waktu di dalam kendaraan maupun pada saat acara berlangsung.  Beberapa nama pembicara yang cukup dikenal di tingkat nasional seperti Ust.Fauzil Adhim,  (penulis buku best seller “Kupinang Engkau dengan Hamdalah, Membuat Anak Gila Membaca, dan Positive Parenting), KH. Hamdani Bakran Ad-Dzakiey (penulis buku best seller Phrophetic Intelligence) dan Ust. Danu (mengusung tema “Ahlakul Karimah” berkaitan erat dengan kesehatan).

Hingga pada suatu waktu ketika menjemput salah satu pembicara untuk pengajian bulanan periode Pebruari 2007, percakapan biasa perihal jumlah kami yang minim itu terjadi di dalam mobil, jawaban ustad waktu itu,…personil 11 orang tidak terlalu masalah, yang penting semuanya pemain inti. Sekilas ungkapan tersebut biasa dan awalnya pernyataan itu belum nyantol dalam benak saya. Beberapa saat kemudian, sambil merenung selama perjalanan, Alhamdulillah….Insya Allah melalui pernyataan singkat tadi,  sedikit demi sedikit saya menemukan pemahaman  pada  waktu itu:

  • bahwa pemain inti tadi lebih bermakna pada tuntutan kualitas yang harus dimiliki personil kami, bukan hanya pada tataran konsep tapi lebih banyak kepada aksi yang nyata di lapangan;
  • bahwa ketika semua menjadi pemain inti , berarti tidak ada pemain cadangan. Artinya setiap personil harus siap pakai, siap tempur, produktif, tidak menganggur, tidak berpangku tangan, berfungsi sesuai fungsinya masing-masing.(buletin embun, edisi perdana.aprl 07/hal.2-3)

Dengan demikian, kuantitas bukan satu-satunya penentu. Sedikit tapi berkualitas, berbobot, berkarakter dan mempunyai nilai, jauh lebih indah dilihat dan dirasakan, karena pelan tapi pasti akan menghasilkan gerakan yang kompak, seiring seirama, kokoh dan mempunyai kekuatan yang dahsyat.

Saat ini kita masih diberi kesempatan menyaksikan betapa orang Yahudi yang sangat jauh lebih sedikit dari seluruh penduduk dunia, justru menguasai dunia. Kita saksikan bagaimana saat Perang Badar, dengan keyakinan yang kuat atas pertolongan Allah pasukan muslim berjumlah 300 orang melawan pasukan musuh yang berjumlah 1000 orang. Dikuatkan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 249 :

”Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan     yang banyak dengan seizin Allah”

Dengan demikian insan-insan BTN melalui unit-unit kerja membentuk sub-sub kecil, tim-tim kecil yang solid dan kompak sebaik mungkin, sehingga ketika digabung dengan sendirinya akan membuahkan hasil yang luar biasa, bahkan bisa jadi diluar dugaan kita sekalipun.

Bukankah BTN keseluruhan termasuk yang kecil dan sedikit dibandingkan dengan bank-bank BUMN yang lain. Tapi, hari ini kita harus mempunyai keyakinan yang kuat lagi benar  bahwa BTN bisa dan harus lebih baik ke depannya. Tidak silau dengan kuantitas dan terus memperbaiki kualitas. Kita sering menyebutnya (BTN)..”kecil tapi montok”.

Budi Suyono

Kepala Cabang Pembantu Syariah BTN Condongcatur, Yogyakarta

Irma Rahmawati dan Pola Prima

Nama lengkap saya Irma Rahmawati, orang-orang biasa memanggil saya Irma. Saya bekerja di BTN Syariah ini sejak Tahun 2007. Saya bekerja di posisi Customer Service selama 4 tahun, sedangkan sejak Tahun 2011 hingga saat ini, saya bekerja di posisi Commercial Funding. Pada tanggal 9 dan 10 Mei 2012, saya ditunjuk pimpinan untuk menghadiri Change Agent Forum 2012 di Kantor Pusat BTN, karena Change Agent KCS Bandung sudah mutasi ke KCS Tasikmalaya. Pada acara tersebut diberikan juga penghargaan Pola Prima Award 2012. Pada saat itu saya bingung kenapa tiba-tiba ada Penghargaan Pola Prima Award, sementara saya tidak tahu apa kriteria-nya dan kapan penilaian-nya, karena saya dan teman-teman di KCS Bandung tidak memperoleh informasi tersebut dari Change Agent sebelumnya. Melihat mereka yang menjadi pemenang, dalam  hati kecil saya bertekad, “Tahun depan KCS Bandung harus jadi Juara I.”

Setelah kembali ke cabang, saya juga yang ditunjuk oleh pimpinan untuk menjadi Sekretaris KBK. Saya bingung apa yang harus saya laporkan setiap bulannya, karena cabang hanya diberikan panduan tertulis tanpa diberikan penjelasan sebelumnya. Karena saya bertekad KCS Bandung harus menjadi Juara I tahun depan, saya berusaha bertanya ke cabang lain, diantaranya KC Cirebon dan KCS Balikpapan yang sebelumnya sudah menjadi juara. Kemudian saya tanya juga ke KCS Tasikmalaya dan KCS Malang, tetapi semua jawabannya berbeda sehingga membuat saya bingung. Saya sampai kesal karena sangat ingin mengirim laporan, tapi saya tidak tahu laporan seperti apa yang harus saya kirim.

Pada Bulan September 2012, Konsultan KBK, Pak Toro datang ke KCS Bandung untuk memberikan bimbingan dan pengarahan. Awalnya saya gugup, karena tidak  pernah membuat laporan. Tapi karena konsultannya welcome, akhirnya malah saya yang menginterogasi beliau sampai 2 jam, maklumlah kalau saya sudah bicara susah berhenti. Karena saya suka kesal pada diri sendiri apabila diminta untuk mengerjakan sesuatu yang saya sendiri tidak paham, akhirnya saya tanya-tanya terkait laporan yang harus dibuat itu seperti apa. Setelah itu saya sosialisasikan ke teman-teman Change Agent yang lain.

Mulai bulan September 2012 sampai sekarang, KCS Bandung masuk Nominasi 6 Besar Pola Prima Award 2013, Alhamdulillah saya selalu konsisten dalam mengirimkan laporan. Awalnya, untuk bisa menggerakan teman-teman agar konsisten dalam  menjalankan program Budaya Kerja serta mengumpulkan laporan sangat membutuhkan perjuangan. Perubahan memang membutuhkan proses, jadi saya coba untuk bisa menikmati proses itu dengan harapan akan ada perubahan Budaya Kerja KCS Bandung ke arah yang lebih baik. Sebenarnya, perjuangan yang paling berat yang saya rasakan yaitu saya harus  menggerakan teman-teman dan atasan yang notabene secara jabatan sama dan bahkan saya berada di bawah mereka. Akan tetapi, saya ingin Budaya Kerja KCS Bandung ini bisa menjadi contoh untuk Cabang-Cabang lain. Oleh karena itu,  saya berusaha melakukan yang terbaik untuk bisa menggerakan teman-teman KCS Bandung. Pelaku Budaya yang saya libatkan di sini tidak hanya pegawai, tetapi juga outsourcing. Sampai-sampai pada Hari Kamis, 11 April 2013 saat ada verifikasi kunjungan dari HCD (saat itu yang datang Pak Rachmat) dan konsultan KBK (Bu Bril), saya sangat bangga terutama kepada teman-teman outsource, karena Pak Rachmat sampai mengatakan, “Saya sampai merinding…ISS hapal Pola Prima…Luar Biasa!”

Saya sangat bangga dengan teman-teman KCS Bandung,  karena semakin hari semakin kompak, kinerja semakin baik dan service-pun semakin memuaskan. Oleh karena itu, sekarang sudah tidak bicara lagi soal, Saya Sekretaris KBK yang harus berusaha menggerakan Budaya Kerja teman-teman di KCS Bandung, akan tetapi semua Pelaku Budaya harus mempertahankan konsistensi Budaya Kerja yang sudah berjalan semakin baik seperti sekarang. Kami sepakat bahwa menjadi Juara I adalah bonus, tujuan utamanya adalah mengubah Budaya Kerja KCS Bandung ke  arah yang lebih baik. Dikarenakan kami berpendapat apabila Budaya Kerja KCS Bandung berjalan dengan baik, maka Juara I itu akan datang dengan sendirinya tanpa perlu dicari.

Berdasarkan pengalaman satu tahun ke belakang, maka untuk Tahun 2013 ini, kami memiliki program sebagai berikut:

  • Budaya Kerja adalah tanggung jawab semua Pelaku Budaya, bukan tanggung jawab Sekretaris KBK semata. Oleh karena itu, tahun ini KCS Bandung akan membuat struktur organisasi (di luar struktur organisasi KBK) yang bertanggung jawab untuk semua kegiatan selama Tahun 2013 ini. Misalnya seksi absensi, dokumentasi, dan lainnya. Sehingga semua Pelaku Budaya di sini akan terlibat.
  • Program Kreatif Budaya Kerja yang pada awalnya berbeda-beda pada setiap Change Agent, maka untuk Tahun 2013 ini akan dibuat kegiatan yang melibatkan semua Pelaku Budaya agar kebersamaan dan kekompakannya lebih terasa.Program-program tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Family Gathering (satu tahun sekali)
  2. Outbond (dua tahun sekali)
  3. Pengajian Tahsin (dua minggu sekali setiap Hari Kamis)
  4. Pengajian Jumat (satu minggu sekali setiap Hari Jumat)
  5. Aerobic khusus wanita (satu minggu sekali setiap Hari Selasa)
  6. Badminton (satu minggu sekali setiap Hari Senin)
  7. Futsal (satu minggu sekali setiap Hari Kamis)
  8. Kantor Layanan Syariah (KLS) Gathering (satu tahun sekali)
  9. Prime Customer Gathering (satu tahun sekali)
  10. Notaris Gathering (satu  tahun sekali)Developer Gathering (satu tahun sekali)
  11. Buka Bersama Anak Yatim  (satu tahun sekali)
  12. Role Play Gabungan (satu minggu sekali)
  13. Story Telling (setiap Hari Senin dan Kamis)
  14. Khitanan Massal (satu tahun sekali)
  15. Pembacaan Hadits / Cerita Hikmah (setiap Senin dan Kamis)
  16. Sebar Takjil (Jumat minggu 1, 2, 3 saat bulan Ramadhan)

 KCS Bandung Insya Allah Bisa, Harus Bisa, Pasti Bisa, Luar Biasa !!!

Irma Rachmawati

Commercial Funding

Bank BTN KCS Bandung

Rina Agustina dan Pola Prima

Makalah ini sengaja aku buat sebagai apresiasi rekan-rekan di Kantor Cabang Syariah Balikpapan, karena aku dianggap sebagai pelaku budaya terbaik berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan Kantor Pusat. Bangga mendengarnya, walaupun di sisi lain ada beban berat yang luar biasa di pundak ini sebagai perwakilan cabang ini ke puncak tertinggi meraih gelar perorangan sebagai Pelaku Budaya Terbaik. InsyaAllah dengan segala kerendahan hati,  keridhoan Allah SWT, keinginan ini dapat tercapai untuk menjadi yang terbaik di Indonesia, Amin ya Robbal Alamin.

Tuntutan untuk serius dan bersungguh-sungguh menjalankan Pola Prima dari level bawah setingkat Office Boy sampai ke level Branch Manager pada Organisasi sebesar ini tidaklah mudah, pasti ada yang lemah dan  kuat. Disinilah diperlukan peran manajemen dalam hal ini Branch Manager sebagai Role Model untuk terus memberikan suara hati, semangat dan motivasi tinggi agar program ini tak akan pernah kendur sampai kapanpun dan siapapun pemimpinnya. Harus diingat siapapun pemimpinnya, semangatnya harus tetap membara demi menghasilkan kinerja terbaik untuk BTN tercinta.

Kenapa Pola Prima? Bagaimana Pola Prima merasuk di jiwa?

Namaku Rina Agustina, sebelum menginjakkan kaki di Bank BTN, aku juga pernah bekerja di peruasahaan lain. Di sana aku hanya bekerja dengan jiwa dan tidak dengan hati. Rasa tidak nyaman yang kurasakan di perusahaan sebelumnya salah satunya dikarenakan tidak adanya tempat atau ajang diskusi atas masalah yang dihadapi, baik menyangkut pekerjaan maupun dengan rekan kerja sehingga tidak terciptanya kebersamaan, kenyamanan dan kekompakan di lingkungan kerja.

Banyak perbedaan yang mendasar antara budaya kerja tempat aku bekerja dahulu dengan Pola Prima yang saat ini menjadi budaya kerja di BTN. Di sini kami ciptakan lagu sebagai mars KCS Balikpapan yang juga harus kami nyanyikan setiap hari agar di setiap syairnya menyentuh jiwa dan  raga kami. Berikut syair lagu tersebut:

Bekerja cerdas tuntas  semua Demi KCS Balikpapan tercinta

Jangan lupa disiplinnya

Jangan lupa semangatnya

Maju dan sejahtera bersama

Ridho Allah yang utama

Ikhlas adalah pribadi kita

Pengabdian selamanya adalah tujuan kita

Kinerja tercapai semua bahagia

Tersentuh dan terharu mendengarnya, walaupun dinyanyikan dengan gembira, Pola Prima rasanya bukan sekedar kata-kata, rasa ini sudah begitu jadi pedoman buat kami, tanpa harus ada yang komando lagi untuk menyukseskan program dan sasaran kerja kami.

Program  kerja yang paling aku suka adalah Pengajian dan Forum Obrolan Ringan. Selain sebagai penyejuk hati juga terkait dengan pekerjaan bagaiamana kita menjalankan pekerjaan dengan  ikhlas dan niat ibadah. Di Forum Obrolan Ringan kami, juga sharing ilmu pekerjaan dan bersama-sama mencari solusi memecahkan  kendala yang sedang dihadapi untuk mencapai target.

Selain itu, juga ada program Hafalkan Pola Prima, Jalankan Start-Stop-Continue, Ceritakan Pola Prima, Tanyakan tentang Pola Prima, Rapat Budaya, Role Play, Reading Discussion,dan lainnya. Ini menjadi makanan sehari-hari aku dan teman-teman dan yang pasti harus bermuara di Kinerja Akhir Tahun dan di Tahun 2012, Alhamdulillah target-target yang menjadi impian kami masih dalam genggaman.

Pola Prima merasuk di jiwa, Pola Prima  harus menjadi budaya, yaitu kebiasaan yang didasari dengan motivasi tinggi ujung-ujungnya pasti sukses dan pada saat sudah berjalan baik InsyaAllah tinggal tunggu hasilnya pasti baik. Dengan Pola Prima kami semakin kompak dan semangat kerja cerdas untuk lebih memajukan KCS Balikpapan. Ketika semua sadar dengan posisinya masing-masing dan mengemban tugas dan tanggung jawab sepenuhnya sesuai porsi, maka semua masalah akan terselesaikan dengan baik. Event apapun yang telah dilaksanakan bersama, InsyaAllah Pola Prima harus merasuk di hati sudah bukanlah semboyan lagi, akan tetapi sudah benar-benar menjadi budaya dan dengan semangat kebersamaan mencapai mimpi BTN Syariah menjadi bank Syariah nomor satu di Indonesia.

Budaya Pola prima sudah aku rasakan manfaatnya hampir 3 tahun terakhir. Benar-benar terasa perubahannya bekerja dan di kehidupan sehari-hari terasa lebih nyaman di hati dan lebih memiliki tujuan. Hal yang lebih penting buat aku dan teman-teman yang lain adalah bagaimana seorang pemimpin mau dan mampu menjadi Role Model atau contoh teladan bagi bawahannya dan jangan hanya semboyan, tidak  hanya di perkataan akan tetapi juga ditindakan.

Pesan Moral dari Pola Prima sungguh luar biasa dan itu yang ingin kami sampaikan dari KCS Balikpapan. Sederhana programnya, tetapi konsisten melakukannya dengan spirit Man Jadda Wa Jadda harus terpatri terus di hati, dari hati.

Pola Prima Idola Kita Semua

Rina Agustina

Accounting & Control Unit  Head

Bank BTN KCS Balikpapan

Firman Gus Nduru dan Pola Prima

Be the change so the change can occur.

(Jadilah perubahan, sehingga perubahan bisa terjadi)
~ Mahatma Gandhi ~

Kalimat tersebut yang harus menjadi inspirasi bagi bagi seseorang yang menginginkan perubahan, untuk melakukan sebuah perubahan maka tidak perlu menunggu siapapun untuk berubah, karena perubahan akan terjadi ketika perubahan itu kita mulai dari diri kita sendiri.

Program Pola Prima merupakan rumusan dari 6 nilai dasar dan 12 Perilaku Utama. Program ini awalnya dipandang sinis oleh rekan kerja di Kantor Cabang termasuk saya sendiri. Hal ini terjadi karena ketidaksiapan setiap individu untuk mengikuti perubahan yang berdasar pada Pola Prima. Setiap Individu di Kantor Cabang merasa nyaman dengan kondisi kerja saat itu.

Saya ingat dari tahun 2010 s.d 2011, gema pelaksanaan Program Pola Prima hanyalah rutinitas belaka tanpa mengerti dan mengharapkan maknanya. Mulai dari pembentukan Change Agent sampai dengan Change Target, pelaksanaan rapat budaya kerja, briefing setiap hari, pelafalan 6 Nilai Dasar dan 12 Perilaku Utama, mengumandangkan yel-yel corporate dengan sekencang-kencangnya dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut bergulir berjalan sebagaimana mestinya tanpa tahu kemana arahnya. Seandainya disimpulkan, maka tahun 2010 sampai dengan tahun 2011 adalah proses dimana pola prima hidup tanpa bermakna bagi pelakunya.

Tahun 2012 merupakan awal dimana Program Pola Prima benar-benar dilakukan di Bank BTN KC. Cibubur. Program Budaya Kerja adalah media yang digunakan untuk mengimplementasikan program-program tersebut. Dukungan Manajemen Kantor Cabang serta bimbingan dari Tim Pola Prima Center (terutama adanya lomba Pola Prima Award), membuat seluruh insan di Bank BTN KC. Cibubur mulai dari cleaning service sampai dengan Kepala Cabang mulai bersemangat untuk mengimplementasikan pola prima tersebut dengan harapan suatu saat kami akan memperoleh pengakuan dalam bentuk Award Pola Prima maupun Key Performance Index (KPI) Cabang terbaik.

Tahun 2012, ketika ada pembentukan Change Agent dan Change Target, manajemen pun memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjadi salah seorang Change Agent. Awalnya ada rasa bangga terhadap penunjukan tersebut, namun saya mulai berpikir tentang beratnya menjadi seorang Change Agent. Apabila kita terjemahkan maka Change Agent adalah Agen Perubahan. Seorang agen perubahan harus bisa memberikan teladan yang benar sesuai standar kepada lingkungannya, terutama rekan Change Target (Pelaku Budaya Binaan). Apalagi yang menjadi Change Target saya adalah rekan-rekan yang notabene adalah karyawan yang sering dinas luar (Arcol dan Verifikator)  yang identik dengan sifat yang agak keras, tidak mau terikat dan kurang disiplin”.

Sejak penunjukan saya sebagai Change Target, Saya terus berusaha untuk mengubah pola pikir saya tentang Budaya Kerja Pola Prima, dari yang awalnya hanya sebuah rutinitas menjadi sebuah standar dalam bekerja. Saya mulai mengajak Change Target saya untuk berusaha mengikuti arus perubahan yang terjadi.

Ada beberapa langkah yang saya lakukan yaitu :

  1. Memberikan contoh yang baik dan benar dalam bekerja setiap hari serta aktif dalam seluruh kegiatan pola prima
  2. Mencoba mengenal lebih dekat seluruh Change Target Saya dengan sering berdiskusi santai di waktu yang tepat
  3. Mengajak seluruh Change Target Saya untuk aktif dalam melaksanakan budaya kerja Pola Prima

Saya dan Change Target saya berusaha membalikkan pandangan negatif yang menganggap bahwa kelompok kami akan susah untuk diubah, Saya dan tim saling mengingatkan bahwa saat ini harus berlaku Pola Prima. Perubahan yang kami lakukan diawali dari hal-hal yang kecil yang tanpa kita sadari mengandung nilai pola prima seperti mengikuti briefing tepat waktu, aktif dalam kegiatan kantor, meningkatkan semangat kerja, dan satu hal yang menjadi harapan bersama adalah memberi peran yang maksimal dalam kinerja Kantor Cabang. Saya masih ingat pada saat itu, ketika pertama kali team kami menjadi pemimpin briefing pagi, saya berjanji kepada Change Target saya akan mentraktir mereka apabila semuanya datang lebih awal dan memimpin briefing dengan sukses, ternyata pada hari pelaksanaan briefing, saya dan rekan saya semuanya datang 10 menit lebih awal dari jadwal yang ditetapkan, sebelum pelaksanaan briefing kami lakukan latihan briefing dulu agar briefing nantinya berjalan dengan lancar. Akhirnya briefing pun terlaksana dengan lancar dan janji saya untuk mentraktir mereka Saya tepati.

Inilah salah satu hal kecil yang harus saya lakukan untuk menyemangati Change Target Saya, berdiskusi dua arah sambil bercanda kami lakukan untuk selalu mengingatkan hal-hal kecil yang mengandung nilai-nilai pola prima. Satu tahun sudah budaya kerja pola prima telah digiatkan pelaksanaanya dan hasilnya positif, seluruh insan budaya kerja berlomba untuk mengimplementasikan nilai pola prima dalam pekerjaan sehari-hari. Saya percaya bahwa perubahan – perubahan yang kecil akan menciptakan perubahan yang besar dan pelaksanaan Budaya Kerja Pola Prima ini tidak hanya terbatas di lingkungan kerja, namun juga bisa diterapkan di keluarga maupun di kehidupan bermasyarakat.

Dampak signifikan dari pelaksanaan budaya kerja pola prima ini adalah timbulnya sifat kekeluargaan yang sangat kental diantara insan pola prima, tidak mengenal jabatan, tidak mengenal latar belakang, seluruh insan saling mendukung untuk menjadi BTN seperti yang dikumandangkan pada sebagian yel-yel yaitu Bank BTN Cibubur… Number One, Bank BTN Cibubur…. Is The Best. Salam Pola Prima.

Firman Gus Nduru

Consumer Loan Analyst

Bank BTN KC Cibubur