Palwoto dan Pola Prima

Memperhatikan perjalanan proses internalisasi Budaya Kerja Pola Prima sebagai nilai-nilai dasar luhur yang telah dimiliki, digali dan dituangkan dalam 6  Nilai Dasar dan 12 Perilaku Utama sampai tahun 2013 ini, saya melihat masih terdapat sikap-sikap yang beragam dari seluruh insan Bank BTN di berbagai unit kerja. Masih terdapat sikap dan lontaran  kalimat atau ungkapan kontra, pro, harapan, apatis, tidak peduli atau netral terhadap proses internalisasi Budaya Kerja yang sedang di implementasikan di Bank BTN ini seperti.. “Apa gunanya hapal pola prima… hanya di mulut saja… bla.. bla..?” atau yang positif.. “Benar juga ya.. setelah ada budaya kerja pola prima ini terasa ya aura dan suasana kerja yang lebih menyenangkan dan memberikan semangat, ..bla..bla..?” dst..dst. Namun keberagaman sikap positif dan negatif tersebut saya lihat mengarah kepada semakin banyaknya insan-insan Bank BTN yang berubah menjadi percaya dan memiliki harapan baik terhadap kebutuhan akan budaya kerja Pola Prima ini.

Beruntung bagi saya yang kebetulan berada di unit kerja Internal Audit Division (IAD). Saya dapat memiliki sudut pandang pengamatan yang relatif lebih luas terhadap proses dan pengaruh implementasi Budaya kerja Pola Prima di Bank BTN, karena karakter dan kewenangan kerja yang memang mengharuskan saya untuk mengamati, mengobservasi dan mengevaluasi kegiatan operasional dari seluruh insan Bank BTN dari Banda Aceh sampai Jayapura. Hal ini memberikan peluang yang lebih baik bagi untuk mempelajari pengalaman-pengalaman budaya kerja yang lebih baik di seluruh unit kegiatan BTN untuk dapat diimplementasikan dalam proses penyempurnaan di unit kerja IAD. Hal ini yang menumbuhkan ide dalam diri untuk menjadikan IAD sebagai bagian dari keteladanan bagi seluruh Bank BTN dalam mengimplementasikan dan mewujudkan nilai-nilai Pola Prima.

Pengalaman tentang implemantasi budaya kerja pola prima yang sangat menarik lebih khusus juga saya alami di unit kerja saya di Internal Audit  Division yang juga mengalami pasang surut sejak tahun 2008 sampai dengan tahun 2013 ini. Dua tahun terahir ini Internal Audit Division bagi saya telah memberikan banyak kemajuan dalam warna, nuansa dan aura positif yang dirasakan personil organisasi untuk dapat saling memberikan teladan, saling menghargai dan bekerja sama secara profesional, nothing to lose dan beretika. Kondisi ini sangat terasa memberikan semangat dan motivasi bagi seluruh personil untuk menggapai harapan baru bagi terwujudnya kinerja yang lebih baik.

Acara budaya kerja pagi hari yang biasa disebut secara spontan dengan “ayo KBK” di IAD dilaksanakan setiap pagi sekaligus sebagai ajang silaturahmi memupuk kebersamaan, amar ma’ruf nahi mungkar (saling mengingatkan untuk saling berbuat baik) sekaligus rapat singkat saling sharing informasi, wawasan, solusi dan tidak pernah terlewat berdoa. Bukan masalah dilakukan setiap paginya yang membuat itu terasa istimewa, tapi proses perjalanan panjang yang akhirnya membentuk kondisi yang pada awal-awalnya banyak personil yang hadir dengan asal-asalan atau keengganan atau bahkan absen karena tidak peduli. Hingga saat ini, hampir seluruh personil IAD yang datang ke kantor merasa tidak mau ketinggalan acara “ayo KBK” ini, baik itu dihadiri oleh pimpinan atau tidak, hanya dikarenakan empat kata, “aku butuh KBK ini”. Irama musik absen pagi hari secara reflek dan spontan selalu diikuti tepuk tangan dari siapa saja sebagai pangilan berkumpul “ayo KBK” dan ikut ambil bagian secara bebas bergantian sebagai MC atau menyampaikan atau menyimak sharing, dialog, games atau bahkan pemutaran film-film singkat yang bermuatan budaya kerja. Komunikasi intens dalam KBK ternyata memupuk rasa saling memiliki dan rasa dapat saling diandalkan dalam bekerja sama secara jujur dan profesional.

Bagaimana mungkin dalam waktu relatif singkat, dapat timbul rasa membutuhkan terhadap acara KBK pola prima setiap pagi pada diri seluruh insan IAD ini adalah cerita panjang yang tidak akan pernah habis, karena acara ayo KBK di IAD ini ternyata pada akhirnya bukan hanya menjadi acara ceremonial pagi hari, tetapi telah menjadi bagian dari jiwa dan perilaku hampir seluruh personil IAD. Seluruh acara sharing ide dalam ayo KBK bukan hanya menjadi omong kosong belaka, akan tetapi selalu diwujudkan komunikasi, tindakan bahkan diwujudkan dalam  mekanisme kerja yang nyata dan dirasakan manfaatnya bersama. Tidak ada personal yang menonjol atau berusaha menonjolkan diri, semua merasa sama, semua merasa pernah di depan, semua merasa pernah di tengah, semua merasa pernah di belakang, semua merasa mendapatkan kesempatan yang sama.

Dan terakhir sebagai sumbangan sharing yang di titipkan oleh seluruh teman-teman di IAD adalah kata-kata mutiara yel-yel yang setiap pagi kami teriakkan bersama, kami tidak pernah merasa sendirian.

Kami.. Kita Semua….

IAD  UNTUK   S E M U A…..

Palwoto

Auditor Superintendent,
Internal Audit Division (IAD) Bank BTN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s